Sumsel – Ternyata di Sumatera Selatan telah berdiri perusahaan tambang besar.
CAHAYANEWSKEPRI.COM – Perusahaan tambang di Sumatera Selatan ini dulunya merupakan gabungan dari tiga perusahaan negara yang disatukan.
Ditilik dari awal berdirinya, perusahaan tambang di Sumatera Selatan ini telah berusia 104 tahun.
Yakni bermula sejak masa Kolonial Belanda pada tahun 1919, seiring ditemukannya tambang Air Laya di Sumatera Selatan.
Lalu, tujuh tahun kemudian, tepatnya tahun 1968, pemerintah menggabungkan tiga Perusahaan Negara.
Tiga Perusahaan Negara disatukan untuk membentuk perusahaan batu bara yang lebih besar di Indonesia.
Dikutip JatimNetwork.com dari website resmi PT BA, tiga perusahaan yang digabungkan yaitu PN TABA, PN Tambang Batubara Mahakam, dan PN Tambang Batubara Ombilin.
Ketiganya disatukan untuk membentuk Perusahaan Negara baru yang bernama PN Tambang Batubara.
Hingga pada tahun 1990, pemerintah kembali menyatukan PN Tambang Batubara yang telah diubah menjadi Perum (Perusahaan Umum) dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam yang telah dibentuk pemerintah dari modal PN Tambang Batubara.
Pada tahun 2002, PT Tambang Batubara Bukit Asam mulai terjun di Bursa Efek Indonesia dan namanya berubah lagi menjadi PT Bukit Asam Tbk.
Diketahui, pada 2022, perusahaan ini berhasil menghasilkan laba bersih tertinggi sebesar Rp12,6 triliun.
Laba perusahaan tersebut naik hingga 159 persen dari tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan laba Rp7,9 triliun.
Laba tersebut didapatkan dari pendapatan perusahaan sebesar Rp42,6 triliun. Sedangkan aset perusahaan sebesar Rp 45,4 triliun. ( Wis /Peru/CNK_Red)
![]()



































