TEHERAN, (CNK) 9 MARET 2026 – Iran diyakini telah mengerahkan salah satu sistem rudal balistik paling kuat dalam persenjataannya untuk menyerang pusat kota Tel Aviv, Israel. Rudal tersebut adalah Khorramshahr-4, yang juga dikenal dengan nama Kheibar.
Menurut laporan dari Center for Strategic and International Studies melalui proyek Missile Defense Project, rudal Khorramshahr pertama kali diuji pada Januari 2017 dari lokasi uji coba di dekat kota Semnan, sekitar 225 kilometer di sebelah timur Teheran.
Nama Khorramshahr sendiri diambil dari kota Khorramshahr di provinsi Khuzestan, yang pernah diduduki oleh pasukan Irak pada tahap awal Perang Iran-Irak, sebelum akhirnya direbut kembali oleh pasukan Iran pada tahun 1982.
Setelah melalui berbagai penyempurnaan teknologi, versi terbaru rudal ini, Khorramshahr-4 atau Kheibar, diperkenalkan oleh Kementerian Pertahanan Iran pada tahun 2023.
Menurut laporan Reuters, para pemimpin Iran memandang rudal balistik sebagai alat strategis penting untuk mengimbangi keterbatasan kekuatan angkatan udara mereka serta sebagai alat penangkal terhadap rival regional seperti Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan analisis dari Defence Security Asia, Khorramshahr-4 tergolong rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat antara 1.500 hingga 1.800 kilogram, menjadikannya salah satu rudal dengan kapasitas muatan terbesar dalam arsenal militer Iran.
Rudal tersebut memiliki panjang sekitar 13 meter dengan diameter badan sekitar 1,5 meter dan berat peluncuran diperkirakan mencapai 30 ton. Rasio muatan terhadap berat totalnya yang tinggi menunjukkan kemampuan daya hancur yang signifikan.
Selain itu, Khorramshahr-4 diperkirakan memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) sekitar 10 hingga 30 meter.
CEP merupakan ukuran akurasi rudal yang menggambarkan radius lingkaran tempat sekitar 50 persen hulu ledak diperkirakan jatuh dari titik target.
Inti sistem rudal ini adalah mesin Arvand yang menggunakan bahan bakar cair hipergolik. Jenis bahan bakar ini dapat menyala secara spontan ketika bahan bakar dan oksidator bersentuhan, sehingga memungkinkan waktu persiapan peluncuran menjadi relatif singkat, yakni sekitar 10 hingga 12 menit.
Seperti kebanyakan rudal balistik lainnya, Khorramshahr-4 beroperasi melalui tiga tahap utama penerbangan. Tahap pertama adalah fase dorong, ketika mesin rudal aktif mendorong hulu ledak menjauh dari peluncur dan mencapai kecepatan awal.
Tahap kedua adalah fase tengah lintasan, di mana hulu ledak terpisah dari tahap pendorong dan terbang mengikuti lintasan balistik di luar atmosfer.
Tahap terakhir adalah fase masuk kembali atau terminal, ketika hulu ledak kembali memasuki atmosfer dan meluncur menuju target dengan kecepatan sangat tinggi.
Diperkirakan selama fase penerbangan di luar atmosfer, rudal ini dapat mencapai kecepatan hingga 20.000 kilometer per jam.
Saat memasuki kembali atmosfer, kecepatannya masih berada di kisaran 9.800 kilometer per jam, menjadikannya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan rudal.
Dengan kecepatan tersebut, waktu tempuh rudal dari peluncuran hingga mendekati target pada jarak maksimum 2.000 kilometer diperkirakan hanya sekitar 10 hingga 12 menit.
Salah satu peningkatan paling signifikan pada Khorramshahr-4 adalah penggunaan teknologi Maneuverable Reentry Vehicle (MaRV).
Teknologi ini memungkinkan hulu ledak untuk mengubah jalur penerbangan pada tahap akhir sebelum mencapai target.
Hulu ledak rudal ini dilaporkan dilengkapi dengan delapan mesin bantu, yang terdiri dari empat mesin untuk stabilisasi lintasan dan empat lainnya untuk mengatur pergerakan horizontal.
Konfigurasi ini memungkinkan hulu ledak melakukan perubahan arah kecil saat memasuki atmosfer, sehingga menyulitkan sistem pertahanan rudal untuk memprediksi jalur penerbangannya.
Kombinasi antara kecepatan tinggi, kemampuan manuver saat fase terminal, serta sistem panduan yang ditingkatkan menjadikan Khorramshahr-4 secara luas dianggap sebagai salah satu rudal balistik jarak menengah paling canggih yang pernah dikembangkan Iran secara domestik.
Pengembangan rudal ini merupakan hasil dari proses teknologi militer selama beberapa dekade yang dipengaruhi oleh pengalaman perang, sanksi internasional, serta dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah. (R01-WIS)
![]()







































