LINGGA, KEPRI (CNK) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H menjadi momentum bagi Yayasan Pendidikan Kemajuan Lingga (YPKL) dan keluarga besar MTs Aqidatunnajin Daik untuk menguatkan nilai keimanan, akhlak, serta kecakapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia digital.
Melalui kegiatan tausiyah, zikir, dan doa bersama yang digelar di Aula Kantor Bupati Lingga, Sabtu (29/8/2026), seluruh peserta diajak untuk menjadikan keteladanan Rasulullah saw. sebagai pedoman dalam kehidupan, termasuk saat menggunakan media sosial.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bijak Bermedia Sosial dengan Meneladani Rasulullah saw.: Scroll, Share, dan Sebar Kebaikan”. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lingga, Pemerintah Kabupaten Lingga, tokoh adat, tokoh masyarakat, jajaran pengurus yayasan, majelis guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua/wali murid, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tilawah dan sari tilawah Al-Qur’an. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan melantunkan Shalawat Busyro.
Suasana kegiatan semakin semarak melalui penayangan video profil MTs Aqidatunnajin yang menampilkan berbagai kegiatan serta perkembangan madrasah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua YPKL, Pembina YPKL, sambutan Bupati Lingga yang diwakili oleh Tenaga Ahli Bupati Lingga, penyerahan piagam penghargaan kepada guru dan peserta didik berprestasi, pembacaan Berzanji, ceramah agama, serta doa bersama.
Ketua YPKL, Muhammad Amin, S.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara yayasan, madrasah, guru, dan orang tua/wali murid.
Menurutnya, kebersamaan seluruh pihak menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun dan mengembangkan pendidikan di MTs Aqidatunnajin.
“Terima kasih kepada orang tua/wali yang telah hadir dan menyukseskan kegiatan hari ini. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara majelis guru dan orang tua/wali murid agar semakin kompak dalam membangun gagasan serta bersama-sama mengembangkan pendidikan di MTs Aqidatunnajin,” ungkap Muhammad Amin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, pemateri, serta seluruh tamu undangan yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap perkembangan pendidikan di bawah naungan YPKL.
Dalam sambutannya, Muhammad Amin menegaskan bahwa YPKL bersama MTs Aqidatunnajin terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada guru dan peserta didik untuk mengikuti berbagai kegiatan serta kompetisi.
“Kami terus berbenah dan memperbaiki kualitas pendidikan di MTs Aqidatunnajin. Salah satunya, pada hari ini kami juga mengirimkan guru dan peserta didik untuk mengikuti Olimpiade Bahasa Arab atau OBA di Batam,” tambahnya.
Semangat untuk mempersiapkan generasi masa depan juga disampaikan oleh Pembina YPKL, Haji Raja Ruslan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik dalam mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.
“Beberapa tahun ke depan, anak-anak didik kita inilah yang akan menjadi pemimpin di negeri ini. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara guru dan orang tua/wali murid untuk bersama-sama mengantarkan anak-anak mencapai cita-citanya,” ujarnya.
Menurut Raja Ruslan, pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk kehidupan seseorang. Melalui pendidikan, seseorang dapat memperoleh kemampuan, wawasan, dan pengetahuan yang menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan pendidikan, kita memiliki kemampuan dan pengetahuan. Knowledge is power, yang berarti pengetahuan adalah kekuatan,” ungkapnya.
Selain menekankan pentingnya pendidikan, Raja Ruslan juga berpesan kepada para peserta didik agar senantiasa menghormati dan menaati orang tua serta guru. Ia menggambarkan guru sebagai sosok yang dengan tulus memberikan ilmu dan membimbing peserta didik menuju masa depan.
“Guru ibarat lilin yang menerangi anak-anak didiknya. Seorang guru memiliki jiwa yang ikhlas. Guru akan bangga melihat muridnya memiliki sikap yang sopan dan jujur, serta merasa bahagia ketika muridnya berhasil. Oleh karena itu, hormatilah orang tua dan guru serta jangan pernah melupakan jasa guru,” pesannya.
Ia pun mengingatkan para peserta didik agar memiliki pandangan yang luas terhadap kehidupan dunia, tetap mengingat kehidupan akhirat, serta menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Bupati Lingga yang diwakili oleh H. Abdullah, S.Th.I., M.Si., selaku Tenaga Ahli Bupati Lingga, menyampaikan bahwa keimanan dan ilmu pengetahuan merupakan dua hal yang memiliki peranan penting dalam mengangkat derajat seseorang.
“Seseorang akan diangkat derajatnya karena keimanan dan ilmu. Jika seseorang sudah memiliki iman, kemudian ditambah dengan ilmu pengetahuan, maka hal tersebut menjadi kekuatan yang sangat besar,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Abdullah juga menyampaikan dukungan kepada peserta didik MTs Aqidatunnajin. Ia meminta pihak terkait untuk mempersiapkan sepuluh peserta didik yang akan diusulkan untuk mendapatkan beasiswa dari Baznas.
Pesan utama tentang pentingnya akhlak dalam menghadapi perkembangan zaman disampaikan pada puncak kegiatan melalui tausiyah yang dibawakan oleh Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Dalam tausiyahnya, Dr. H. Suryadi mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk menjadikan akhlak Rasulullah saw. sebagai pedoman dalam menggunakan media sosial.
Di tengah derasnya arus informasi yang beredar, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan suatu informasi tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.
“Akhlak Nabi mengajarkan kepada kita bahwa ketika menerima suatu berita, maka harus melakukan tabayun terlebih dahulu atau mengecek kebenarannya. Pastikan informasi tersebut benar dan pikirkan pula apakah ada pihak yang akan tersinggung atau dirugikan apabila informasi tersebut dibagikan,” ungkapnya.
Menurutnya, nilai akhlak harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan seorang Muslim, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital. Rasulullah saw. diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia sehingga keteladanan beliau harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak harus menjadi hal yang kita utamakan dalam kehidupan,” tegasnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H ini, YPKL dan keluarga besar MTs Aqidatunnajin berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Scroll, Share, dan Sebar Kebaikan” menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak, melakukan tabayun terhadap setiap informasi yang diterima, serta menjadikan ruang digital sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, ilmu pengetahuan, dan berbagai nilai positif.
Dengan semangat kebersamaan antara yayasan, madrasah, guru, orang tua/wali murid, dan peserta didik, MTs Aqidatunnajin terus berkomitmen membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, serta kecakapan dalam menghadapi perkembangan zaman.
Penulis: neo
![]()





































