Singkawang, Kalbar – Penunjukkan ketua harian pelaksana pembangunan Mesjid Agung kota Singkawang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat kota Singkawang Serta menjadi pembicaraan hangat di kalangan khalayak ramai hal ini di sampaikan oleh ketua yayasan keluarga besar puak Melayu Trah kesultanan Kalimantan barat kepada awak media pada hari Jum’at 10/2/2023 di sekretariat yang terletak di jalan Nusa Baru Kelurahan Tengah kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang.
CAHAYANEWSKEPRI.COM – Dalam konfrensi Persnya 11 Febuari 2023,” Awang Indra usma yang merupakan ketua yayasan keluarga besar Puak Melayu mengatakan secara tegas kepada awak media dirinya menolak kalau untuk ketua harian pelaksanaan pembangunan masjid agung kota Singkawang di tunjuk tjhai Chui Mie yang juga mantan walikota singkawang ini.
Sebab pada saat dirinya menjabat walikota kemana saja,,!! Sebagai ketua harian untuk pembangunan masjid agung kota Singkawang harus lah orang yang peduli kepada umat Islam khususnya degan tempat ibadah dan paham menyatukan keberagaman budaya serta agama dalam segala perbedaan.
Sementara itu di tempat yang sama Mas’ud Ketua Harian yayasan keluarga besar puak Melayu trah kesultanan Kalimantan barat Juga angkat bicara dimana mas’ud mengatakan kita telah rapat di Trah Melayu ini
Berkenaan kita panggil teman-teman media ini, kemarin kita sudah rapat di trah Melayu membahas masalah-masalah yang ada saat ini, sebab dalam trah ini banyak Wan,Tan, Uray jadi beberapa anggota kami ini kan ikut juga dalam rapat dengan pemerintah khusus nya Pemkot Singkawang,” jadi dalam kesimpulan rapat mereka mengasikan laporan kepada kami berkenan dengan rapat bersama Tjhai Chui Mie tu kan sekarang menjadi ketua pelaksana harian pembangunan masjid Agung.
forum kepada ustadz-ustadz, Ulama dan tokoh-tokoh Agama sekalian dan diadakan rapat kebetulan anggota kami ikut juga pada saat itu hanya mendengar.
Jadi rapat itu juga tidak diinginkan, ditolak nama Tjhai Chui Mie di munculkan untuk jadi pelaksana ketua harian ditolak artinya baik itu para ustadz, para ulama tokoh agama sampai mereka bingung tapi tidak beberapa lama muncul nama Tjhai Chui Mie itu dari statemen pak Mastro di Facebook yang di mana di situ lah kami mulai wah, kenapa bisa seperti ini kalau mau kan bisa di ambil voting di situ jagan sepihak saja yang memegang SK tersebut adalah yayasan yang terdiri dari beberapa ulama dalam pembangunan masjid itu.
Bahwa pembangunan masjid itu di bawa keranah masjid itu setelah kami lihat ada unsur politiknya tetap ada unsur politiknya maaf pak ya, karena masjid agung ini sentra nya yang ada di kota Singkawang dan kenapa sewaktu anda menjadi walikota itu tidak diselesaikan janjinya pak di launching bahwa Desember 2022 selesai, itu janji Tjhai Chui Mie sebagai walikota kenapa pada waktu itu anda tidak menjadi ketua pelaksana pembangunan kenapa sudah tidak menjabat sebagai walikota mau menjadi ketua pelaksana harian pembangunan masjid Agung ada apa ini ?….
Sekarang beginilah kita bercerita hitungan proyek lah dari bulan Juli sampai bulan Desember tidak tidak selesai wanprestasi cabut kontraknya tidak dipakai ditahun-tahun berikutnya sekarang dia wanprestasi kenapa dia dipakai lagi tidak masuk akal kita karena ini bicara dana masjid itu walau di buat dihujung sekalipun akan jadi itu Masjid kecil-kecil apalagi itu masjid besar mau kita kenapa kita panggil teman-teman media kita mau expos ini kalau mereka tidak menanggapi kita akan somasi karena somasinya jelas kita bicara masalah kaidah-kaidah Islam karena ini ranah nya Muslim berikan ke Muslim.
Apa alasan yang paling urgent penunjukkan seorang perempuan apalagi non muslim untuk menjadi pelaksana harian pembangunan masjid Agung itu harus sesuai sekarang bukan dalam hal darurat, sekarang kita bicara masjid darurat pembangunan nya seperti apa pintu nya saja dari pintu yang lama saja yang dicabut sana pindahkan sini, kan nama nya pembangunan hitungan baru kenapa ini tidak, kita tidak diam pak kenapa ini harus di blo up dulu sehingga ketua harian pembangunan masjid Agung itu diganti, tutup mas’ud.
Sumber : Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan Kalimantan Barat/Hendra
Tem.
![]()





































