LINGGA, KEPRI (CNK) – Menanggapi arahan Presiden RI yang di sampaikan oleh Mendagri dalam rapat Koordinasi menangani keterbatasan Akses atau Jembatan menuju satuan Pendidikan yang di gelar secara Hybrid dihadiri langsung oleh Kepala Daerah atau yang mewakili, Camat Singkep Selatan Gerak secara tanggap “Mengusulkan Pembangunan Jembatan Di wilayah kerjanya, tepatnya di Dusun 2 (dua) Remik, Dasa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, (Kepri). Selasa 02 Desember 2025.
Camat Singkep Selatan Munzilin Hasibuan mengatakan “Jembatan penghubung tersebut tepatnya berada di Dusun 2 (dua) Remik Desa Marok Kecil yang merupakan akses utama anak-anak sekolah ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada disekitaran Kantor Kecamatan Singkep Selatan.
Selanjutnya, Camat Singkep selatan Munzilin Hasibuan, S.I.P menambahkan, “Ini sudah di usulkan ke Dinas PUPR Kabupaten Lingga untuk selanjutnya diusulkan ke Pusat agar bisa ditindak lanjuti pada Rakor ke Kemendagri.
“Alhamdulillah pada hari ini kami melakukan kunjungan bersama Angota DPRD Kabupaten Lingga, Ketua PGRI Kabupaten Lingga, Ketua PGRI Kecamatan Singkep Selatan Kades Marok Kecil ke lokasi jembatan dan berharap kepada pemerintah Pusat dapat membangun Jembatan tersebut”.
Tidak hanya itu keberadaan jembatan penghubung ini juga merupakan akses utama menuju ke-Kota Dabo Singkep, yang mana saat ini kondisi jembatan penghubung tersebut masih mengunakan matrial kayu, dan masyarakat berharap kepada pemerintah pusat untuk bisa memperhatikan dan segera bangun jembatan penghubung ini dibangun permanen”, ungkap Camat Singkep Selatan.
Selain itu dihimpun juga keterangan dari warga masyarakat setempat yang melintas mengatakan, “Jembatan tersebut salah satu Akses penghubung warga masyarakat dan anak-anak untuk menuntut ilmu pendidikan khususnya bagi anak-anak warga masyarakat Dusun 1 (satu) Desa Marok Kecil”, ujar nya.
Lebih lanjut dijelaskan beberapa warga masyarakat setempat, “Jembatan tersebut setiap tahun rusak karena jembatan tersebut masih mengunakan kayu bulat (gelondongan) dan berlantaikan kayu jenis papan yang mana selama ini di perbaiki dengan cara bergotong-royong royong”, ungkapnya.
Kalau jembatan tersebut rusak atau roboh aktivitas masyarakat dan anak-anak sekolah lumpuh total, maka itulah kami masyarakat berharap kepada pemerintah pusat untuk perhatikan jembatan ini dan dapat memprioritaskan secara khusus pembangunan yang permanen” tegas warga.
Tidak sampai disitu saja “Rusdi selaku Kepala Desa Marok kecil juga beharap kepada pemerintah pusat sepenuhnya bisa menganggarkan anggaran untuk pembangunan jembatan penghubung tersebut agar anak-anak sekolah dapat menikmati pendidikan dengan nyaman, karena inilah satu–satunya akses penghubung dari desa marok kecil menuju sekolah SMP maupun SMA.
Kades menambahkan Pemerintah Desa berharap jembatan marok kecil dapat di bangun sesuai Instruksi Presiden, Jembatan tersebut panjangnya kurang lebih 30 Meter ungkapnya saat di konfirmasi awak media ini, Selasa 2 Desember 2025.
(TIEM_MD)
![]()







































