JAKARTA, (CNK) — Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan upaya manipulasi dengan memalsukan drone tempur jenis Shahed milik Iran untuk menyerang negara-negara Arab.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pihaknya menerima informasi bahwa drone yang menyerupai buatan Iran digunakan dalam sejumlah serangan yang ditujukan ke wilayah negara Arab. Ia menilai langkah tersebut merupakan strategi untuk mengadu domba hubungan Iran dengan negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah.
Menurut Araghchi, drone yang disebut mirip model Shahed itu bahkan diklaim telah dikembangkan dengan nama “Lucas”. Drone tersebut diduga dipakai untuk menargetkan fasilitas di sejumlah negara Arab.
“Kami sedang meneliti informasi ini. Namun ada indikasi bahwa Israel mungkin menargetkan situs-situs sipil guna merusak hubungan kami dengan negara-negara sahabat di kawasan Arab,” ujarnya seperti dikutip media regional.
Pernyataan senada disampaikan pejabat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ebrahim Zolfaghari. Ia menuding adanya “konspirasi jahat” dari Amerika Serikat dan Israel untuk menimpakan kesalahan atas berbagai serangan di kawasan Teluk kepada Iran.
Zolfaghari menilai tuduhan tersebut bertujuan menciptakan pesimisme serta memecah hubungan Iran dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Di tengah meningkatnya ketegangan konflik kawasan, serangan drone terbaru dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Dubai pada Senin (16/3/26) pagi. Hingga kini, asal-usul drone tersebut belum dapat dipastikan.
Situasi ini semakin menambah kekhawatiran terhadap eskalasi konflik yang berdampak luas pada stabilitas regional. (R01-WIS)
![]()







































