PALEMBANG, (CNK) — Pasca wafatnya mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, perhatian publik tidak hanya tertuju pada sang almarhum, tetapi juga kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya putri bungsunya, Lury Elza Alex.
Kepergian Alex Noerdin pada Rabu (25/2/2026) menyisakan duka mendalam bagi Lury. Di balik sosok ayahnya yang dikenal tegas sebagai pemimpin daerah, tersimpan pesan terakhir yang disampaikan khusus kepada Lury sebelum mengembuskan napas terakhir.
Saat ini, Lury Elza Alex menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Selatan periode 2024–2029 dari Partai Golkar. Kiprahnya di dunia politik mengikuti jejak sang ayah serta kakak sulungnya, Dodi Reza Alex, yang pernah menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin.
Lury lahir pada 2 Mei 1978. Selain sebagai legislator, ia juga dikenal sebagai Notaris-PPATK di DKI Jakarta serta berprofesi sebagai lifetime investor. Di media sosial, akun Instagram @luryalexofficial tercatat memiliki sekitar 90 ribu pengikut.
Momen Haru di Bandara
Kesedihan Lury terlihat saat mengantarkan jenazah ayahnya menuju Palembang melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Dalam sebuah video singkat yang diunggah di media sosial, Lury merekam detik-detik peti jenazah dimasukkan ke dalam pesawat.
“Papa kita ke Palembang ya, Pa,” tulisnya dalam keterangan video tersebut.
Dalam unggahan lainnya, ia kembali menuliskan, “Bismillah, Pa, kita terbang ya, Pa.”
Pesan Terakhir di Ruang ICU
Sehari sebelum wafat, Alex Noerdin sempat dibesuk Wakil Ketua DPRD Sumsel dari Fraksi PDIP, Ilyas Panji Alam, di ruang ICU RS Siloam Semanggi.
Dalam pertemuan tersebut, Alex yang masih dalam kondisi sadar menitipkan pesan kepada Ilyas agar memperhatikan putri bungsunya, mengingat Lury dan Ilyas kini sama-sama bertugas di DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
“Kemarin saya sempat membesuk almarhum di rumah sakit. Beliau dalam keadaan sadar dan banyak berbincang. Almarhum menitipkan anaknya, Lury, karena sama-sama berada di DPRD Provinsi Sumsel,” ujar Ilyas.
Ia juga mengenang Alex Noerdin sebagai sosok yang berjasa bagi masyarakat Sumatera Selatan melalui program sekolah gratis dan berobat gratis.
“Almarhum orang baik. Beliau pelopor sekolah gratis dan banyak amal jariah yang manfaatnya dirasakan masyarakat Sumatera Selatan,” tambahnya.
Status Hukum Gugur Demi Hukum
Alex Noerdin wafat dalam usia 75 tahun. Dengan meninggalnya yang bersangkutan, proses hukum yang sedang berjalan terhadap dirinya dinyatakan gugur demi hukum sesuai Pasal 77 KUHP.
Kuasa hukum keluarga, Tities Rachmawati, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup maupun selama proses persidangan.
“Mewakili keluarga, kami memohon maaf apabila selama masa hidup dan persidangan terdapat kekhilafan. Kami mohon doa agar almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” tulis pernyataan resmi keluarga.
Jenazah Alex Noerdin dimakamkan di TPU Kebun Bunga, Palembang, pada Kamis (26/2/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya sebagai tokoh pembangunan Sumatera Selatan, tetapi juga sebagai seorang ayah yang hingga akhir hayatnya masih memikirkan masa depan anaknya.
(Darwis)
![]()







































