JAKARTA, (CNK) — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan internasional penyelundupan emas ilegal yang beroperasi secara tersembunyi di sebuah unit Apartemen Fontana, Sunter, Jakarta Utara.
Pengungkapan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden terkait pemberantasan aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara. Dalam penggerebekan, penyidik menemukan laboratorium rahasia di lantai 28 apartemen yang diduga digunakan untuk melebur dan memurnikan emas hasil pertambangan ilegal sebelum dikirim ke luar negeri, termasuk Dubai.
Dua warga negara India yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut turut diamankan. Keduanya diduga masuk ke Indonesia dengan kedok sebagai investor.
Dari lokasi, polisi menyita sekitar 2,5 kilogram emas murni, 18 kilogram residu pengolahan emas, uang tunai sekitar Rp1,1 miliar, sejumlah mata uang dolar Amerika Serikat, serta peralatan yang diduga digunakan untuk proses peleburan dan pemurnian emas.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan jaringan tersebut diduga baru beroperasi sekitar dua bulan. Namun, kapasitasnya diperkirakan mampu mencapai hingga satu ton emas dalam periode tersebut.
Jika dihitung berdasarkan nilai emas saat ini, potensi nilai komoditas yang diselundupkan diperkirakan mendekati Rp3 triliun.
Temuan tersebut mengindikasikan jaringan ini diduga memiliki mata rantai yang lebih luas, mulai dari sumber emas hasil pertambangan ilegal, pengolahan, pengumpulan hingga pengiriman ke luar negeri.
Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh jaringan. Penyidik juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta pihak kedutaan terkait guna menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Selain barang, penyidik turut menelusuri aliran dana untuk mengungkap pihak yang berperan sebagai pemasok, pengolah, penyandang dana hingga penerima emas hasil penyelundupan di luar negeri.
Bareskrim memastikan pengusutan terus dilakukan guna membongkar seluruh mata rantai perdagangan emas ilegal yang diduga menyebabkan potensi kerugian negara dalam jumlah besar. (Wis)
![]()





































