LINGGA, KEPRI (CNK) – Proyek jembatan Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan yang di realisasikan melalui dinas PU-PR Kabupaten Lingga dan dikerjakan oleh CV Pirmanjaya sejak Tahun Anggaran (T.A) 2022 lalu secara bertahap dengan baku anggaran tahap pertama sebesar Rp.1.562.443.817.00,-dengan masa kerja 120 hari sampai saat ini masih menjadi misteri yang mendalam terkhususnya bagi warga masyarakat desa Marok kecil.
Berdasarkan hasil investigasi dan konfirmasi kepada beberapa orang tokoh masyarakat dan diperkuat langsung oleh mayoritas masyarakat desa marok kecil kecamatan singkep selatan mengatakan, “Jembatan yang dibangun oleh pemkab lingga melalui dinas kepercayaan nya PU-PR dan kepala dinasnya adalah bapak Novrizal yang saat ini menjadi bapak wakil bupati lingga kita. Namun teramat disayangkan, walaupun katanya sudah ada 4 orang menjadi tersangka dan dipenjarakan, tapi bagi kami sebagai warga masyarakat tetap mempertanyakan mau dijadikan apa proyek jembatan kampung kami ini kedepannya, seperti yang kita lihat bersama-sama sekarang ini kan yang dikerjakan baru sebatas tiang pondasi saja, mana jembatan nya ?”, ujar warga dan tokoh masyarakat desa marok kecil saat menjelaskan kepada awak media pada Jum’at 17 Juli 2026 lalu.
Warga dan beberapa tokoh masyarakat desa marok kecil juga teramat menyayangkan, kalau pekerjaan proyek pemerintah yang menghabiskan anggaran lebih dari 1 miliar ini hanya sebatas dijadikan mimpi dan janji, yang pada fakta akhirnya tidak jelas. Meskipun dikatakan sebelumnya proyek jembatan tersebut dikerjakan secara bertahap. Namun sejak dikerjakan pada tahun 2022 hingga sekarang memasuki akhir pertengahan tahun 2026 tidak ada titik terang sama sekali dan bertahap bagaimana maksudnya, tidak ada kejelasan kepada kami sebagai masyarakat.
Disinggung terkait pekerjaan pemasangan batu dan penimbunan sebagai penopang akses jembatan, warga mengatakan, “Itu kan lain lagi persoalan nya. Kita sekarang mempertanyakan tentang pekerjaan utama, yakni jembatan nya mana, dan kapan akan dikerjakan?, apakah anggaran yang di gelontorkan pada tahun 2022 lalu habis semua untuk pekerjaan pondasi kiri-kanan jembatan saja?, jika demikian untuk lantai jembatan tersebut kemana anggaran nya? apa benar anggaran yang dikerjakan oleh CV Pirmanjaya tahun anggaran 2022 sebesar Rp.1.562.443.817.00,_ itu habis untuk pekerjaan pondasi jembatan kiri-kanan ditambah dengan pembuatan jembatan alternatif (darurat) menggunakan bahan kayu campuran pada saat pelaksanaan kegiatan?, yang saat ini sudah lapuk?, ujar warga dan tokoh masyarakat berkomentar.
Seharusnya sebagai penguasa yang pada saat itu dipercayakan oleh Pemkab Lingga (Kadis PUPR yang sekarang menjabat sebagai Wabup Lingga_red), memberi penjelasan utuh terkait proyek jembatan ini, apakah berhenti sampai disini atau memang masih ada kelanjutan pekerjaan nya? agar kepercayaan masyarakat khususnya warga masyarakat desa marok kecil, kecamatan singkep selatan pada umumnya, mengingat jembatan tersebut menjadi akses vital penghubung antar desa dan kecamatan serta penopang utama bagi seluruh masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Dan kami sangat meyakini bahwa pada saat sebelum proyek jembatan kampung kami ini di realisasikan oleh dinas terkait Pemkab Lingga, sudah bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa kebutuhan terhadap jembatan penghubung tersebut 100% sangat dibutuhkan.” Ungkap warga dan tokoh masyarakat desa marok kecil.
Hingga berita ini disiarkan belum ada dan atau mendapatkan penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait, dan redaksional cahayanewskepri.com tetap membuka ruang hak jawab demi mendapatkan keberimbangan narasi pemberitaan. Agar harapan warga masyarakat desa marok kecil dan kecamatan singkep selatan pada umumnya tidak terus hanyut dalam janji dan mimpi-mimpi indah.
(*)
![]()






































