CAHAYANEWSKEPRI.COM – Rudal Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam sebuah gedung apartemen bertingkat di Kota Haifa pada Minggu malam waktu setempat.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan hunian bertingkat yang berada di kawasan padat penduduk. Salah satu sisi bangunan dilaporkan runtuh akibat hantaman langsung rudal, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap sejumlah warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Otoritas penyelamat Israel menyebut sedikitnya dua orang ditemukan meninggal dunia dari bawah puing-puing, sementara beberapa korban lain mengalami luka-luka. Seorang bayi berusia 10 bulan dilaporkan termasuk di antara korban luka akibat serpihan rudal. Tim SAR juga masih mencari sedikitnya tiga hingga empat orang yang dilaporkan hilang.
Militer Israel menyatakan rudal tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan baru yang diluncurkan Iran ke wilayah utara Israel. Serangan terjadi beberapa menit setelah militer Israel mengeluarkan peringatan mengenai peluncuran rudal dari Iran menuju wilayah mereka.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan langsung menggelar rapat darurat bersama kabinet perang di markas pertahanan Kirya, Tel Aviv, menyusul serangan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang terverifikasi mengenai ungkapan “garis merah telah dilewati” atau ancaman “respons tanpa batas” sebagaimana beredar di sejumlah narasi media sosial.
Serangan ke Haifa ini disebut sebagai bagian dari operasi balasan Iran yang dikenal dengan nama “True Promise 4” atau “Operasi Janji yang Benar 4”, yang dalam beberapa hari terakhir menyasar sejumlah titik strategis di Israel.
Hingga Senin siang, sirene peringatan serangan udara masih terdengar di sejumlah wilayah Israel utara dan operasi pencarian korban masih terus berlangsung. (Wis)
![]()







































