BOGOR, (CNK) – Hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota Bogor terdampak. Debu vulkanik dilaporkan menempel di berbagai fasilitas, termasuk lingkungan permukiman warga.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih waspada. Abu yang masuk dan menempel di sekitar rumah menjadi pekerjaan tambahan bagi warga untuk segera membersihkannya, sekaligus mengurangi risiko paparan bagi keluarga.
Dampak abu vulkanik juga dirasakan dunia pendidikan. Pemerintah Kabupaten Bogor memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 7–8 September 2026 sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan abu vulkanik. Kebijakan tersebut berlaku mulai jenjang PAUD/TK, SD, SMP hingga satuan pendidikan nonformal.
Tak hanya Kabupaten Bogor, Dinas Pendidikan Kota Bogor juga menetapkan PJJ bagi peserta didik PAUD, SD dan SMP pada 7–8 September 2026.
Pemerintah daerah juga melakukan pembersihan abu vulkanik di sejumlah wilayah. Penyemprotan jalan dan fasilitas umum dilakukan untuk mengurangi abu yang beterbangan, sementara masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kesehatan.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena dampak abu vulkanik bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memaksa kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara.
Warga berharap kondisi segera normal dan sebaran abu vulkanik tidak terus berlanjut sehingga aktivitas masyarakat, khususnya pendidikan anak-anak, dapat kembali berjalan seperti biasa.
(Margareta_Wis)
![]()






































