STABAT, LANGKAT (CNK) – Kepala sekolah SMP Negri 2 Stabat Binner Sihite di duga kuat Elergi bertemu wartawan, pasalnya beberapa kali berkunjung ke sekolah tersebut namun tak kunjung bertemu.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025, SMP Negeri 2 Stabat diduga ada membeli barang-barang yang bersumber dari dana BOS, diantaranya :
– Pembelian lambang burung Garuda (gambar/photo, red).
– Photo Presiden dan Wakil Presiden serta photo Bupati dan Wakil Bupati Langkat sebanyak 2 set dengan harga sebesar Rp750.000.
– Pembelian lambang burung garuda, photo Presiden dan Wakil Presiden untuk di kelas sebanyak 9 set dengan harga sebesar Rp250.000.
Kemudian, ada juga pembelian kertas raport sebanyak 10 rim, album raport sebanyak 96 eksemplar, stop map kertas sebanyak 905 buah, sapu ijuk sebanyak 305 buah, sapu lidi sebanyak 305 buah, cairan pembersih lantai sebanyak 100 unit, cetak ijazah sebanyak 105 unit.
Cetak photo copy ujian sekolah Kelas IX sebanyak 4.125 lembar x 300, cetak photo copy ujian semester Kelas IX sebanyak 2.508 lembar x 300, cetak photo copy ujian semester Kelas VII dan Kelas VIII sebanyak 12.210 lembar x 300, cetak photo copy ujian semester Kelas 7,8,9 sebanyak 15.720 lembar x 300.
Selain itu, SMP Negeri 2 Stabat pada tahun 2025 ada juga membeli buku dan barang-barang lainnya.
Berdasarkan data tersebut, wartawan lalu mendatangi SMP Negeri 2 Stabat, beralamat di Jalan Stabat – Secanggang, Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi atas data yang di dapat kepada Kepala SMP Negeri 2 Stabat, Binner Sihite.
Guna mengetahui keberadaan Kepala sekolah SMP Negeri 2 Stabat, wartawan lalu mencoba menanyakan kepada salah seorang satpam yang berada di SMP Negeri 2 Stabat.
“Belum masuk bang. Nanti balik aja lagi,” kata satpam tersebut, beberapa waktu lalu.
Namun, beberapa kali wartawan kembali ke SMP Negeri 2 Stabat, wartawan tetap tidak juga bisa menemui Kepala sekolah SMP Negeri 2 Stabat.
Hingga berita ini ditayangkan diduga, Kepala SMP Negeri 2 Stabat masih enggan untuk ditemui wartawan demi memberikan tanggapan serta penjelasan nya secara resmi. (As)
![]()






































