LINGGA, KEPRI, (CNK) – Sangat disayangkan kondisi bak penampung air bersih yang di bangun tahun 2023, dengan nilai Anggaran kisaran lebih kurang Rp200 juta rupiah sampai sekarang kondisi nya terbengkalai semak dan tidak bisa untuk di manfaatkan sama sekali oleh warga masyarakat berlian, berlokasi tepatnya di wilayah RT/RW, 001/001, Kelurahan Berlian, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, (Kepri), Senin (24/11/2015).
Menurut keterangan warga masyarakat setempat menjelaskan bahwa pembangunan penampung bak Air bersih tersebut di bangun tahun 2023, dengan nilai anggaran RP200 juta rupiah lebih kurang. Namun sangat di sayangkan hingga sampai sekarang penampung bak air bersih tersebut belum bisa di rasakan manfaatnya ke masyarakat.
Adapun harapan warga masyarakat berlian sebelumnya kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan bagai mana supaya penampung bak air bersih tersebut bisa di manfaatkan dan air bisa mengalir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pulau berlian khususnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut saat dikonfirmasi awak media melalui via telepon seluler, Ketua RT.001 Pulau Berlian membenarkan bahwa adanya pembangunan penampung bak air bersih di wilayahnya yang sampai ini belum bisa di manfaatkan oleh masyarakat.
Lebih lanjut di katakan nya, sejak di bangun, jika tidak salah ingat saya Tahun 2023 keberadaan yang katanya sebagai wadah air bersih kebutuhan masyarakat kami (pulau berlian_red) namun faktanya hingga kini tidak bisa di manfaatkan dsn terbengkalai.
“Iya benar memang ada bangunan penampung bak air bersih untuk masyarakat berlian ini, tapi sampai sekarang air tidak ada jalan mengalir ke rumah warga, di karenakan penampungan bak tersebut rendah lebih rendah dari rumah warga bagai mana air mau jalan”, ungkapnya dengan nada kesal.
Dan kalau tidak salah bangunan itu proyek angaran provinsi tahun 2023 dengan nilai anggaran kisaran Rp.200 juta rupiah kurang lebih.
Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan “Dulu saat di bangun, kami masyarakat sempat protes juga sama kontraktor dan para pekerja nya bahwa bangunan yang di bangun tidak sesuai sama kami masyarakat sepakati tempat yang dibangun, juga seharusnya tempat bak penampung air yang seharusnya lebih tinggi dari rumah warga harus mengunakan tongkat tiang, biar lebih tinggi tapi kenyataan ini tempat penampung bak air tidak pakai tongkat cuma di lantai semen cor saja”, ungkap Ketua RT.001 Pulau Berlian, Kecamatan Singkep Selatan.
Lain hal nya dengan Lurah Berlian, saat di jumpai awak media menyampaikan “Masalah tempat penampung bak air bersih yang sampai sekarang belum bisa di rasakan warga nya, dan kami nanti akan ke provinsi pertanyakan soal pembangunan itu”, ungkapnya dengan singkat.
(Tiem)
![]()







































