Daik lingga – Dewan perwakilan Rakyat ( DPRD ) Provinsi kepri H. Kamarudin Ali turun ke kabupaten lingga dalam rangka melakukan agenda kerja tinjau langsung pelaksanaan kegiatan pembangunan proyek Talut Penahanan Gelombang di Desa Persiapan Malar, Kecamatan Daik, Kabupaten Lingga. Kegiatan kunjungan kerja tersebut dilaksanakan pada Sabtu (04/12/2021).
CAHAYANEWSKEPRI.COM – Usai melakukan kegiatan kunker proyek Talut penahanan gelombang. Pria yang akrab disapa Wakden ini, selanjutnya menyempatkan diri menggelar silaturahmi bersama Ibu – Ibu Majelis Ta’lim Desa Malar.
“Dalam giat silaturahmi itu banyak hal yang kita serap dari apa yang disampaikan Ibu-ibu majelis ta’lim”, ucap H. Kamarudin Ali yang lebih akrab disapa Wakden.
Melengkapi kegiatan kunker turun ke Lingga, pada malam harinya, Wakden juga menghadiri acara penutupan Turnamen Voly Bal di Pancur, Kecamatan lingga Utara, Kabupaten lingga. Usai pulang dari pancur pada malam yang sama beliau juga menyempatkan diri silaturahmi bersama masyarakat Desa Resun dengan memberikan berupa sumbangan pada pembukaan Bola Sepak Takraw.
Dalam konfirmasi awak media ini, politisi Senior partai pohon beringin ( GOLKAR) ini juga menyampaikan suatu angin segar khusus untuk masyarakat Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep barat, terkait pembangunan jembatan maruk tua yang kenal dengan sebutan jembatan anak tiri.
“DPRD Provinsi Kepri bersama pemerintah Provinsi Kepri sudah mengetuk palu/setuju, pekerjaan pembangunannya akan di lanjutkan pada tahun 2022, dengan baku anggaran sebesar Rp. 8. 700.000.000,00.
“Untuk kelanjutan pembangunan jembatan Anak Tiri Desa Marok Tua itu. Kita tinggal menunggu hasil dari Kementerian PU-PR saja. Dan untuk pembangunan Drainase SMPN 2 di Desa Berindat, Kecamatan Pesisir. Insyaallah pada tahun 2022 ini juga sudah mulai terlaksanakan”. Ucap Wakden kepada wartawan, senin (06/12/2021).
Kata Wakden, Selain itu masih banyak lagi Desa-Desa lain yang harus kita perjuangkan salah satunya Jembatan penyebrangan yang berada di wilayah Desa Batu kacang tepatnya berlokasi di Air Salak juga harus kita perjuangkan guna mengantisipasi agar jangan sampai nanti muncul lagi jembatan anak tiri. Ucap Wakden dengan seraya nada tertawa ciri khasnya.
Sumber : (Tk/red).
![]()







































