JAKARTA, (CNK) — Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-66 PWI Provinsi DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
UKW tersebut diikuti 21 peserta yang terbagi dalam empat kelas kategori muda dan satu kelas kategori madya. Majalah Lintas turut ambil bagian dengan mengikutsertakan seorang wartawan untuk mengikuti UKW tingkat madya.
Dalam sambutannya, Arifin menegaskan bahwa kompetensi wartawan semakin penting di tengah derasnya arus informasi melalui berbagai platform digital dan media sosial.
Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi harus diimbangi dengan kemampuan wartawan dalam memastikan akurasi, validitas, serta tanggung jawab jurnalistik.
“Sekarang semua serba cepat. Tantangan buat wartawan bagaimana mendapatkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, termasuk validasi dan akurasinya,” ujar Arifin.
Ia mengatakan, pemerintah juga membutuhkan peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program kepada masyarakat. Salah satunya terkait program pengelolaan dan pemilahan sampah yang melibatkan masyarakat hingga tingkat RT.
“Media memiliki peran penting untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat agar dapat dipahami dan dilaksanakan bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat yang telah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan UKW Angkatan ke-66.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh tahapan ujian dengan baik dan dinyatakan kompeten.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan sebaik-baiknya dan seluruhnya dinyatakan kompeten,” ujar Kesit.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Agus Sudibyo menegaskan, UKW pada dasarnya merupakan proses sertifikasi kompetensi, bukan pelatihan bagi wartawan.
Karena itu, menurutnya, keberadaan pelatihan dasar jurnalistik tetap diperlukan untuk membekali wartawan dengan kemampuan teknis, mental, dan etika sebelum mengikuti sertifikasi kompetensi.
“UKW penting, namun pelatihan-pelatihan jauh lebih penting,” kata Agus.
Di sisi lain, Head of Media Relations Division Astra International Ahmad Muhibbuddin menyatakan komitmen Astra untuk terus menjadi mitra strategis PWI dan insan pers.
Ia menyebut kerja sama antara Astra dan PWI telah berlangsung sekitar satu dasawarsa. Ke depan, Astra terbuka untuk melanjutkan berbagai bentuk kolaborasi dengan PWI Jaya.
“Astra mempunyai banyak program, apalagi di tahun 2026. Kerja sama dengan PWI sudah memasuki satu dasawarsa. Tentunya kami akan terus menjadi mitra untuk rekan-rekan media,” ujarnya.
Pelaksanaan UKW tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tolok ukur kompetensi wartawan, tetapi juga memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas jurnalistik di tengah perubahan ekosistem media yang semakin cepat. (_Wis_)
![]()






































