KUALA LUMPUR, (CNK) — Kantor Berita Nasional Malaysia (Bernama) menyampaikan rasa solidaritas dan keprihatinan atas hilangnya lima jurnalis Indonesia yang masih dalam pencarian setelah kehilangan kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Direktur Utama Bernama, Datin Paduka Nurul Afida Kamaludin, mengatakan pihaknya sangat prihatin atas insiden yang menimpa para jurnalis tersebut. Mereka dilaporkan kehilangan kontak ketika menumpang speedboat dalam perjalanan meliput perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Di masa sulit ini, Bernama, bersama mitra media kami di Indonesia dan Anadolu Agency, juga berharap agar jurnalis dan penumpang lain yang hilang dapat ditemukan dengan selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga dan rekan-rekan mereka,” kata Nurul, seperti dilaporkan Bernama di Kuala Lumpur, Jum’at (11/06/2026).
Menurutnya, para jurnalis menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan publik. Dalam menjalankan profesinya, wartawan kerap harus bekerja di tengah kondisi yang menantang, bahkan berisiko, demi menyampaikan informasi penting kepada masyarakat.
“Sebagai mitra media, Bernama juga prihatin terhadap rekan-rekan kami, keluarga, dan organisasi berita, dan berharap agar semua yang hilang dapat ditemukan dengan selamat,” ujarnya.
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang masing-masing Muhammad Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Firdaus Wajidi dari Anadolu Ajansi, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistira Pranoto dari iNews, serta jurnalis lepas Donal Husni.
Kelima jurnalis tersebut berada dalam speedboat bersama satu nakhoda, satu awak kapal, dan satu pemandu perjalanan. Total delapan orang kehilangan kontak sejak Senin (7/9/26) saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Nurul juga menyampaikan dukungan terhadap operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan otoritas Indonesia. Ia berharap seluruh proses pencarian dapat berlangsung cepat, aman, dan membuahkan hasil.
“Kami juga bersimpati kepada para jurnalis, keluarga dan kolega mereka, serta semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan,” katanya.
Sebelumnya, kabar hilangnya lima jurnalis Indonesia bersama tiga awak dan pendamping kapal di Selat Sunda turut menjadi perhatian sejumlah media arus utama Malaysia.
Presiden RI Prabowo Subianto juga telah memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap delapan orang yang hilang tersebut. Dalam operasi itu, sebanyak 11 kapal dikerahkan, termasuk tiga kapal perang, untuk menyisir perairan Selat Sunda dan menemukan para korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. (Wis)
![]()





































