JAKARTA, (CNK) — PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) membukukan kinerja keuangan impresif hingga kuartal III 2026. Emiten tambang batu bara tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,41 triliun per 30 September 2026, melonjak 216,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan PTBA mencapai Rp35,2 triliun, meningkat 12,36 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp31,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang kenaikan harga jual rata-rata batu bara (average selling price/ASP) sebesar 18 persen secara tahunan. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan harga batu bara global, yang tercermin dari indeks Newcastle dan ICI-3 masing-masing meningkat 25 persen dan 26 persen.
Kenaikan harga jual tersebut mampu mengimbangi penurunan volume penjualan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pasar, penjualan batu bara PTBA masih didominasi pasar domestik dengan kontribusi 52 persen dari total volume penjualan. Sementara itu, pasar ekspor menyumbang 48 persen. Lima negara tujuan ekspor terbesar perseroan meliputi Bangladesh, Vietnam, India, Kamboja, dan Thailand.
Di tengah kenaikan pendapatan, PTBA berhasil menjaga pertumbuhan beban pokok pendapatan tetap terkendali. Hingga akhir September 2026, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp27,93 triliun, naik tipis 0,62 persen dibandingkan Rp27,76 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut mendorong laba bruto perseroan melonjak 103,77 persen menjadi Rp7,26 triliun, dibandingkan Rp3,56 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Peningkatan laba bruto yang diiringi pengelolaan biaya turut memperkuat profitabilitas PTBA. Laba bersih perseroan pun meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Direktur PTBA Bambang Ismawan mengatakan, di tengah dinamika industri batu bara dan berbagai tantangan operasional sepanjang 2026, perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III.
Menurut Bambang, pencapaian tersebut didukung pemulihan produksi yang semakin baik pada kuartal III, optimalisasi bauran penjualan dengan memanfaatkan momentum penguatan harga batu bara, serta disiplin dalam pengelolaan biaya dan operasional.
“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat efisiensi di seluruh rantai bisnis, mengoptimalkan peluang pasar domestik dan ekspor, serta memastikan pengembangan infrastruktur logistik dapat segera berjalan agar mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bambang, Kamis (29/10/2026).
Dari sisi operasional, hingga akhir September 2026 PTBA mencatatkan volume produksi sebesar 34,4 juta ton. Adapun volume penjualan mencapai 32,23 juta ton, sedangkan volume angkutan tercatat sebesar 27,07 juta ton.
Sementara itu, rasio pengupasan lapisan tanah penutup atau stripping ratio PTBA mencapai 5,59 kali.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga kinerja operasional dan keuangan di tengah dinamika industri batu bara. Ke depan, optimalisasi produksi, efisiensi biaya, penguatan pasar, serta pengembangan infrastruktur logistik menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis PTBA.
Pimpinan Redaksi.
H. Darwis Akbar, SH.MM.
(Red)
![]()



































