REJANG LEBONG (CNK) — Informasi dan rekaman video yang beredar di masyarakat dalam beberapa hari terakhir memunculkan dugaan keterlibatan seorang oknum Kepala Desa Palak Curup, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, dalam peristiwa yang melibatkan seorang anak perempuan berinisial J yang disebut masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum kepala desa tersebut diduga mengajak anak perempuan itu ke salah satu hotel di wilayah Kecamatan Selupu Rejang. Namun, kebenaran informasi tersebut, termasuk kronologi dan tujuan pertemuan, masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Tim masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Kecamatan Selupu Rejang dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Rejang Lebong. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan juga direncanakan untuk memperoleh kejelasan mengenai informasi yang beredar, dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas anak.
Di tengah informasi yang berkembang, muncul dugaan adanya tindakan tidak senonoh terhadap anak tersebut. Meski demikian, dugaan pencabulan belum dapat dipastikan dan harus ditelusuri melalui penyelidikan aparat penegak hukum.
Sejumlah warga meminta Bupati Rejang Lebong memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Mereka mendesak agar dugaan tersebut ditindaklanjuti secara transparan dan tegas apabila ditemukan bukti pelanggaran.
Warga juga meminta agar sanksi administratif terhadap kepala desa yang bersangkutan dipertimbangkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila pelanggaran terbukti. Jika ditemukan unsur tindak pidana, mereka berharap perkara diproses sesuai hukum yang berlaku.
BELUM ADA KETERANGAN RESMI
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengenai kebenaran peristiwa tersebut dan status penanganannya.
Seluruh informasi yang beredar masih perlu diverifikasi. Karena itu, pihak-pihak terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi yang merugikan pihak tertentu, terutama anak yang disebut dalam informasi tersebut.
Media ini akan terus berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait dan memperbarui pemberitaan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
(Wis_Red)
![]()



































