Bandar Lampung – Trend proyek sumur bor alias sumur uji yang mendominasi kuantitas belanja dalam realisasi APBD Provinsi Lampung tahun 2023, ternyata dililit banyak masalah. Saatnya Gubernur Arinal Djunaidi untuk bersikap dan jangan mau terus-terusan dibohongi anak buah.
CAHAYANEWSKEPRI.COM – Dalam uji petik terhadap tiga dari 328 unit sumur bor yang ditangani Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (Perkim CK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sabtu (17/2/2024),
didapati fakta jika pengerjaan atau keberadaan proyek tersebut mubazir. Bahkan, ada yang ditunggangi oleh kepentingan politik caleg.
Proyek sumur bor yang lahir dari BPBD Lampung di Kelurahan Kelapa Tiga Permai, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, misalnya, layak disebut sebagai proyek siluman.
Mengapa? Karena Kepala Kelurahan Kelapa Tiga Permai, Tari, mengaku tidak tahu-menahu atas asal-usul adanya sumur bor yang berada tepat di belakang kantor kelurahan.
“Saya tidak tahu asal-usul proyek sumur bor itu dari mana. Setahu saya, cuma dari provinsi,” ujar Tari, Sabtu (17/2/2024) siang.
Bagaimana ia mengetahui ada proyek sumur bor di belakang kantornya? “Tiba-tiba ada orang datang membawa berkas dan minta tandatangan yang menyatakan bahwa proyek sudah selesai,” lanjutnya.
Dikatakan, orang yang datang menemuinya itu membawa berkas untuk ditandatangani dan memaksanya. Kepala Kelurahan Kelapa Tiga Permai itu kemudian menelpon rekanya yang PPTK.
“Saya menelpon rekan saya yang PPTK tentang proyek sumur bor itu. Karena disaranin tandatangan-tandatangan saja, ya sudah saya tandatangani berkas yang dibawa orang itu,” ucapnya lagi.
Apakah proyek sumur bor buatan BPBD Lampung tersebut telah berfungsi? Terang-terangan ia menyatakan belum.
Mengapa tidak dimanfaatkan? “Untuk memanfaatkan sumur bor itu kan perlu aliran listrik, pembelian selang, dan perawatannya.
Dari mana dananya untuk itu semua? Lagian, airnya juga keruh. Jadi, sampai sekarang ya belum bisa dimanfaatkan untuk warga di sekitar sini,” urainya.
Untuk diketahui, proyek sumur bor di Kelurahan Kelapa Tiga Permai, Kecamatan Tanjungkarang Barat, yang digulirkan BPBD Lampung itu,
menggunakan anggaran Rp 127.995.248, dengan masa pengerjaan 27 Oktober hingga 10 November 2023. Alias hanya 13 hari saja.
Lain lagi yang terjadi atas sumur bor proyek Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (Perkim CK). Proyek yang berlokasi di Jln. Bung Tomo, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, ini hanya tampak ada bangunannya saja, tanpa ada airnya.
Beberapa warga RT 09 Lingkungan II yang ditemui Sabtu (17/2/2024) siang, mengakui bangunan tersebut yang disebut sumur bor dari provinsi.
“Kalau soal sumur bor yang dibangun tahun 2023 itu,
kami tidak tahu dari dinas apa, katanya sih dari provinsi. Kami juga tidak paham prosesnya, tiba-tiba dibangun disitu. Lihat sendiri saja, sampai sekarang juga tidak ada airnya,” ujar seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan bangunan dari proyek Dinas Perkim CK Lampung tersebut.
Warga setempat mengaku, keberadaan sumur bor itu sama sekali tidak membawa manfaat apapun bagi mereka.
Mengapa? “Karena kami masing-masing kan sudah punya sumur bor. Buat apa juga bangunan sumur bor itu ditaruh disini.
Cuma dibangun, sudah itu tidak jelas mau diapain,” sambung warga tersebut.
Sementara itu, proyek sumur bor kemasan Dinas Perkim CK Lampung yang berlokasi di Lingkungan I Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, justru dikenal warga setempat sebagai bantuan yang dibawa oleh anggota DPRD Lampung dari PDIP, Kostiana.
“Kami tidak tahu proyek sumur bor ini dari dinas apa. Waktu itu usulan kami dibawa sama Ibu Kostiana, anggota DPRD Lampung dari PDIP yang sekarang nyaleg lagi.
Jadi, ya kami biarkan waktu banner dia dipasang di tower sumur bor ini, karena kami memang tidak tahu asal-usulnya.
Setahu kami, ya bantuan Ibu Kostiana,” kata Mahyudin, RT setempat.
Memang, sampai Sabtu (17/2/2024) kemarin, pada salah satu tiang tower sumur bor yang diprogramkan Dinas Perkim CK Lampung itu, masih terbalut banner caleg Kostiana, SE, MH, dari dapil I Bandar Lampung.
Mahyudin mengakui, “Proyek bantuan Kostiana” itu bermanfaat untuk warga setempat. Namun, ia dan warga setempat tidak mengetahui asal-usul dan anggaran munculnya sumur bor di lingkungannya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada trend baru dalam realisasi APBD Lampung tahun 2023, yakni OPD beramai-ramai melahirkan proyek sumur bor.
Dari dua institusi saja – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, serta BPBD- setidaknya telah dibangun 328 unit sumur bor yang tersebar di seantero wilayah provinsi ini.
Mengacu pada Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/590/V.05/HK/2023 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/233/V.05/HK/2023 tentang Penetapan Penerima Hibah Barang yang Dibiayai APBD Provinsi Lampung pada Dinas Perumahan,
Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, tertanggal 9 Oktober 2023, yang ditandatangani Gubernur Arinal Djunaidi, dari 732 paket proyek, 195 di antaranya merupakan pembangunan sumur bor.
Sementara, berdasarkan Daftar Pengadaan Barang Jasa Tahun 2023 BPBD Lampung yang ditandatangani Kepala Pelaksana (Kalak BPBD) Lampung, Rudy Syawal Sugiarto, dari 139 unit pekerjaan, 133-nya berupa proyek pembangunan sumur bor.
Menurut data yang ada, Dinas Perkim CK juga banyak membangun sumur bor atau sumur uji di kawasan Kota Bandar Lampung. Bukan hanya di wilayah kabupaten.
Misalnya, di Gg. Dua Jajar, Lingkungan II, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat.
Di Jln. Bung Tomo, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat. Di Lingkungan I, Sukadanaham, Kelurahan Sukadanaham, Tanjungkarang Barat.
Juga di Lingkungan II, Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat.
Di Lingkungan II, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi. Dan di Poskeskel Lingkungan Perumahan Gelora Persada, Rajabasa.
Hal yang sama, juga dilakukan BPBD Provinsi Lampung. Pembangunan sumur bor di wilayah Kota Bandar Lampung, cukup banyak.
Misalnya, di Gg. Pemancar 2 Jln. Sisingamangaraja, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat. Di Jln. Raden Fatah, Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat.
Lalu di Jln. Pulau Buton, Jagabaya II. Di Masjid Nurul Hidayah, Kecamatan Campang Raya, juga di Kelurahan Tanjungsenang, Kecamatan Tanjungsenang, di Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat, dan masih banyak lainnya. (Cnk/Red/Her/Wis).
![]()






































