Poto Dokumentasi, Pimpinan Tertinggi Partai Nasional Demokrat (NASDEM) RI, Bapak Surya Paloh dimarkas besar, Kantor Pusat Partai Nasdem di Jakarta

Lingga, Kepri – Partai Nasdem DPD Kabupaten Lingga yang memperolehi 11 kursi dari 25 kursi DPRD Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau yang tersedia saat ini, sedang menghadapi prahara politik yang lumayan memanas, hal ini berawal atas kejadian penarikan laporan dana kampanye Partai Nasdem di kantor KPUD Kabupaten Lingga pada bulan Maret 2024 yang lalu oleh Bendahara Partai bewarna biru itu.
CAHAYANEWSKEPRI.COM – Dengan tegas Encek Basri selaku Bendahara Partai Nasdem saat itu, pada Maret 2024 yang lalu telah menarik kembali laporan dana kampanye Partai Nasdem yang sudah dilaporkan kekantor DPUD Kabupaten Lingga, serta menyatakan sikap bahwa, penarikan laporan dana kampanye Partai Nasdem itu tersebut dilakukan lantaran, laporan yang dimasukan itu tersebut fiktif.
Pernyataan Encek Basri ini bukan lagi satu rahasia dikalangan masyarakat Lingga, disamping kabar yang kami tayangkan hari ini, kita juga dapat mengetahuinya dari beberapa kali pemberitaan yang disampaikan oleh rekan media online yang ada di Provinsi Kepri ini, sudah terjawab dengan jelas kebenaran statemen Encek Basri tersebut.
Encek Basri menegaskan bahwa, laporan dana kampanye Partai Nasdem Kabupaten Lingga pada Pemilu 14 Februari 2024 yang lalu itu tidak benar, dan lebih tegasnya dikata Encek Basri bahwa, laporan dana kampanye itu pikrif, Dia juga mengakui, dari pada bermasalah pada dirinya, lebih baik dia mengambil sikap segera menarik kembali laporan dana kampanye yang sudah dilaporkan ke KPUD Kabupaten Lingga tersebut, inilah fakta politik yang terjadi dibatang tubuh Partai asuhan Bapak Surya Paloh yang ada dibumi Bunda Tanah Melayu Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau saat ini.
Pertanyaannya, kejadian tersebut ini apakah akan berpengaruh terhadap keterwakilan Calon Legislator Partai Nasional Demokrat yang akan menduduki kursi diparlemen Kabupaten Lingga pada 2024 – 2029 mendatang?, yang seyogyanya memperolehi dukungan rakyat hingga berhasil meraup jumlah kursi melebihi 40% digedung rakyat Kabupaten Lingga itu?,.
Ini membuktikan betapa besarnya dukungan Rakyat Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau terhadap Partai Gerakan Perubahan ini, dukungan terhadap Partai Nasdem ini bukan hanya isapan jempol, ini kenyataan yang harus diterima dan diakui Rakyat Indonesia, terutama dibumi Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau ini sendiri.
Atas kejadian ini, kami mengutip seuntai kalimat dari seorang tokoh pemuda yang berdomisili di kota Dabo Singkep, yang tidak kami sebutkan namanya disini “Mereka harus ingat, Kedaulatan negeri ini ditangan Rakyat, artinya menghargai suara Rakyat harus utama, suara rakyat harus diletakkan difilar paling atas, jangan sampai keteledoran dari beberapa orang didalam pengurus Partai tersebut menyebabkan suara rakyat seperti sampah, dibuang begitu saja, yang jelas kita juga tidak tau ada unsur apa atas kejadian ini?dan ini politik, tidak ada istilah tidak mungkin, apapun bisa terjadi?, yang akhirnya akan mengecewakan dan bahkan akan menyengsarakan suara Rakyat, hal ini haruslah jadi pertimbangan yang Arif dari pemegang kebijakan negeri ini, hendaknya dukungan Rakyat jangan diabaikan” demikian pungkas sumber(red), Senin pagi (08/04/24)
Fakta untuk ukiran sejarah ditahun ini, sejujurnya, dalam pengamatan media ini, belum ada Kabupaten dan Kota se – Provinsi Kepri yang berhasil menyabet persentase demikian besar, hingga melebihi 40% menguasai kursi rakyat di parlemen Kabupaten Lingga di era pasca Reformasi ini, dan ini perlu juga jadi catatan dan pertimbangan demi kebaikan negeri ini.
Namun sangat disayangkan, sekalipun begitu besar dukungan yang diberikan rakyat Lingga terhadap Partai bewarna biru ini, istilah “Tidak ada Gadding yang tidak retak”, itulah yang dialami Partai Nasdem Lingga, saat ini mereka sedang menghadapi hantaman prahara yang tidak bisa juga dianggap ringan.
Nuansa politik di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau saat ini sedang bergejolak, mereka sedang berpacu perahu layar di ombak yang besar, salah saja sedikit memainkan kemudi perahu, alamat bahtera akan karam dan tenggelam, begitulah umpama pacuan politik di Kabupaten Lingga saat ini, Lingga lagi memanas, warna politik Lingga lagi sedang diaduk-aduk, dikocok-kocok, dan akhirnya kelak, entah seperti apa warna adonan politik Lingga ini kedepannya kelak?.
Berkenaan dengan warna politik yang sedang dikocok-kocok, diaduk-aduk ini, seperti apa pula tanggapan para pendukung Caleg dari Partai Biru ini?, lalu endingnya terhadap Calon Kepala Daerah Lingga yang sebentar lagi akan digelar pada Pemilu Serentak 2024 tahun ini, seperti apa pula nasib Partai Gerakan Perubahan ini untuk mengemas kandidat yang akan diusungnya kelak?
Diakhir tulisan edisi ini, kami ingin membuka cakrawala berpikir, terlepas dari bentuk apapun, tanpa intervensi dari siapapun, Kami wartawan media ini hanya ingin menggaris bawahi Kemelut Politik yang terjadi ditubuh Partai Nasdem, sehingga apa yang dinginkan para rival mereka (lawan politik), 11 Calon Legislator yang terpilih pada 14 Februari 2024 barusan tadi, sekiranya mereka semua gagal menduduki kursi DPRD Lingga, pertanyaannya “Apakah para pendukung Partai ini, dari barisan Rakyat Lingga yang memberikan dukungan suaranya bisa terima, apakah yakin mereke hanya diam membisu menerima hasil fina yang akan menumbangkan 11 kandidat yang mereka jagokan untuk menjadi wakil mereka diparlemen Lingga klak?, Wallahu’alambissawaf. (Cnk/Suryadi Hamzah)
![]()



































