TAPUNG, (CNK) – Semarak menyambut Ramadhan 1447 H/2026M dimana mana semakin menguat seiring hari demi hari yang mendekati bulan yang suci
Landasan utama berpuasa Ramadhan adalah kewajiban yang ditetapkan Allah SWT dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 183, yang memerintahkan orang beriman untuk berpuasa agar bertakwa. Puasa ini adalah rukun Islam ke-4 yang diwajibkan, ditegaskan dalam hadits, bertujuan menahan diri dari hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan.
Selama setahun yang lalu berinteraksi baik dalam hal pekerjaan, perniagaan, berteman, maupun dalam hal kekeluargaan tentunya terdapat khilaf atau salah baik disengaja ataupun tidak.
Momen memasuki ramadhan adalah saat hati bersih dari itu semua.
Acara dimulai sekira pukul 20.15 bertempat di Masjid Al Mujahidin Desa Petapahan dibuka kata sambutan oleh Syafrijal Piliang, S.Pd ketua IKMR Tapung Kabupaten Kampar Riau
Hati yang suci di bulan Ramadhan sangat penting karena berfungsi sebagai fondasi utama agar ibadah puasa berkualitas, ikhlas, dan diterima Allah Swt. Hati yang bersih dari penyakit seperti iri, dengki, dan riya (ingin dipuji) membuat puasa menjadi lebih bermakna, meningkatkan kekhusyukan salat, dan menenangkan jiwa.
Berikut adalah poin-poin penting mengapa hati yang suci krusial di bulan Ramadhan:
Menjamin Kualitas Ibadah: Hati yang bersih membuat puasa tidak sekadar menahan lapar, melainkan peningkatan kualitas spiritual. Ini memastikan ibadah dilakukan dengan ikhlas, khusyuk, dan sesuai tuntunan.
Barometer Amal: Kondisi hati menentukan baik atau buruknya amal perbuatan manusia. Hati yang baik (qolbun salim) akan mendorong seseorang berbuat kebaikan, sedangkan hati yang sakit akan menghalangi keberkahan.
Penyucian dari Penyakit Hati: Ramadhan adalah momentum membersihkan hati dari penyakit seperti riya, sombong, ujub, dan gibah yang dapat merusak pahala puasa.
Meningkatkan Empati dan Sosial: Hati yang suci menumbuhkan kesadaran sosial, kedermawanan, serta rasa empati yang tinggi terhadap sesama, khususnya kaum fakir dan dhuafa.
Menghindari Kesia-siaan Puasa: Tanpa hati yang terjaga dan lisan yang terjaga, puasa berpotensi hanya mendatangkan rasa lapar dan haus, bukan pahala.
Mempersiapkan hati dengan memaafkan, menjaga niat, dan menjauhi prasangka buruk sangat dianjurkan agar Ramadhan menjadi sarana perubahan diri yang sejati.
Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kecamatan Tapung menggagas acara silahturahmi dengan masyarakat pada hari Sabtu (14/02/2026) bertujuan menjalin silaturahmi dan saling bermaaf maafkan antar masyarakat yang dihadiri oleh perwakilan Polsek Tapung, GM FKPPI, Pengurus Masjid Al Mujahidin dan Masyarakat Flamboyan
Sementara itu Sekretaris IKMR Tapung Syafrizal saat di hubungi awak media mengatakan bahwa “kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun menyambut bulan suci Ramadhan..”
Acara di akhiri dengan berjabatan tangan saling memaafkan dan dilanjut dengan makan bersama dengan menu khas gulai kambing.
(Miswadi)
![]()






































