EMPAT LAWANG, (CNK) — Cenci Riestan, aktivis Kabupaten Empat Lawang, hari ini mendampingi masyarakat Desa Tanjung Agung, tepatnya di wilayah Desa Talang Sabtu, melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk tuntutan atas dugaan penguasaan lahan oleh perusahaan kelapa sawit, PT Galembah.
Sudah sepuluh tahun lamanya berlalu, namun hingga saat ini masyarakat belum menerima kompensasi maupun kontribusi yang layak. Bahkan akses jalan yang merupakan hak milik warga pun belum pernah dilakukan pengerasan sama sekali. Bahkan untuk memperbaiki jalan tersebut, masyarakat harus rela bergotong royong membersihkan dan memperbaikinya setiap minggu maupun setiap bulan sendiri tanpa bantuan pihak perusahaan maupun pemerintah setempat.
Muncul Dugaan Oknum Bermain dan Praktik Kecurangan
Warga juga menyampaikan hal yang lebih mendalam. Terdapat dugaan kuat bahwa oknum-oknum, baik di lingkungan pemerintah setempat maupun pihak lainnya, ikut bermain dalam permasalahan kompensasi ini. Dugaan premanisme pun tak lepas dari perhatian warga di lingkungan perusahaan tersebut.
Selain itu, muncul pula laporan mengenai dugaan kecurian hasil panen kelapa sawit yang dilakukan oknum karyawan perusahaan, lalu dijual kepada pembeli atau agen yang tidak resmi. Yang menjadi kejanggalan warga: ketika ada penindakan, yang ditangkap justru orang lain, bukan pihak yang sebenarnya terlibat, ujar salah satu warga setempat dengan nada mempertanyakan.
Cenci Riestan: Jika Tidak Ditemukan Titik Terang, Akan Laporkan ke Bupati, DPRD dan Polres
Cenci Riestan menegaskan sikapnya: “Jika permasalahan ini tidak segera menemukan titik terang, kami akan meminta kepada Bupati Kabupaten Empat Lawang, DPRD Kabupaten Empat Lawang, bahkan Polres Kabupaten Empat Lawang, untuk segera menindak tegas oknum-oknum yang bermain di dalam permasalahan ini, agar ketidakadilan seperti ini tidak berlanjut terus-menerus.”
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil: “Kepada seluruh aktivis di Kabupaten Empat Lawang, mari kita bersatu dan bergandengan tangan untuk bersama-sama membela rakyat. Mari kita tegakkan keadilan, karena rakyat butuh perlindungan, bukan penindasan.”
Warga berharap tuntutan mereka didengar dan segera diselesaikan secara transparan dan berkeadilan oleh pihak terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait PT GALEMBAH belum dapat dihubungi terkait memberikan tanggapan persoalan dugaan tersebut. (_Wis_)
![]()



































