PALEMBANG, (CNK) — Mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Forum Pati Bersatu (FPB) Sumatera Selatan menggelar Tasyakuran Ulang Tahun yang Pertama pada Minggu (18/10/2026). Peringatan satu dekade berdirinya paguyuban warga perantau asal Kabupaten Pati tersebut dipusatkan di Gedung YPAC Palembang, Jalan Sudarman Ganda Subrata, Kecamatan Sukamaju, Palembang.
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri oleh Kapolsek Kemuning dan jajaran, jajaran perwakilan Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan, pengusaha nasional Johan Tan, perwakilan paguyuban kedaerahan seperti PMPB dan IKA WANGI, para ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga perantau asal Pati yang berdomisili di Palembang dan sekitarnya.
Ketua FPB Sumsel, Tri Martono, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa momentum harlah pertama ini menjadi tonggak penting untuk memperkokoh solidaritas sesama perantau sekaligus mempertegas komitmen kontribusi FPB terhadap pembangunan di Sumatera Selatan.
“Melalui tasyakuran ke-1 ini, kami berharap Forum Pati Bersatu semakin solid dan memberikan manfaat nyata. Tidak hanya untuk internal anggota, tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat Sumsel secara luas,” ujar Tri Martono dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Tri Martono mengungkapkan agenda strategis FPB ke depan, di antaranya aksi kepedulian sosial seperti program bedah rumah yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, FPB Sumsel yang saat ini telah menghimpun sekitar 200 anggota aktif berencana melakukan perluasan jaringan kepengurusan ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Selatan.
Rangkaian acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penampilan Tari Kartini FPB dan beragam atraksi seni tradisional. Suasana khidmat terasa saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Forum Pati Bersatu.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan satu tahun wadah perantau ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama, doa bersama, ramah tamah, hiburan rakyat, serta pembagian doorprize bagi para tamu undangan.
Melalui peringatan ulang tahun pertama ini, FPB Sumsel membuktikan bahwa keberadaan paguyuban perantau bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan juga wadah gotong royong dan pengabdian bagi daerah tempat mereka berpijak.
(Wis_Novi)
![]()


































